Obama Cuekin Berlusconi

2009 Juli 9
by blogfajri
G8-SUMMIT/

(Reuters)

Kejadian ini bisa dibilang unik…

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengbaikan ajakan salaman Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, di sela-sela KTT G8 di L’Aquila, Italia.

Sepertinya ada sesuatu yang membuat Obama kesal…. Tapi apa ya? Bisa jadi karena kasus skandal seks Berlusconi. (Btw, ini alasan maksa)…

Konon, suatu malam saat pemilihan Obama sebagai presiden AS bulan November 2008 lalu, Berlusconi menggelar pesta makan malam bersama tiga wanita cantik di Palazzo Grazioli, kediaman dia yang mewah di Roma.

Mozilla Menatap Masa Depan Tanpa Google

2009 Juli 1
by blogfajri
Mozilla Menatap Masa Depan tanpa Google
Jum’at, 13 Maret 2009 – 09:20 wib
TEXT SIZE :
Nurfajri Budi Nugroho – Okezone
(Ilust: linuxhotbox.com)
DI KANTOR pusatnya di Mountain View, California, jajaran eksekutif Mozilla dapat melihat kantor pusat Google dari berbagai arah. Bangunan Googleplex, sebutan bagi markas perusahaan raksasa mesin pencari itu, memang mendominasi pemandangan di kawasan tersebut.
“Secara fisik kami dikelilingi oleh Google,” kata Mitchell Baker, kepala Mozilla Foundation yang melepas jabatan CEO Mozilla tahun lalu.
Lebih dari itu, bahkan, nama Google juga terlihat jelas dalam seluruh neraca keuangan Mozilla, produsen mesin penjelajah web Firefox dan sejumlah peranti lunak lainnya. Maklum saja, kedua perusahaan ini memang bersepakat untuk menempatkan mesin pencari Google pada posisi default di toolbar Firefox. Google pun selama ini benar-benar menikmati posisi itu.
Hingga kini memang perjanjian itu masih memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Google menyumbangkan lebih dari 88 persen pendapatan Mozilla, yang mencapai USD75 juta pada 2007. Semakin Mozilla berhasil merebut pengguna dari Internet Explorer, semakin besar pula peluang Google untuk merengkuh pasar mesin pencari.
Seperti jamak diketahui, Firefox merupakan web browser yang paling banyak digunakan setelah Internet Explorer besutan Microsoft. Berdasarkan data yang dimiliki Net Applications, saat ini Firefox menguasai 22 persen pasar browser, masih jauh di bawah Internet Explorer yang menguasai 67 persen.
Namun, sejauh mana hubungan baik Google dan Mozilla akan bertahan mulai dipertanyakan semenjak September 2008 lalu, ketika Google memperkenalkan web browser garapannya sendiri, Chrome.
Para eksekutif di Mozilla pun terpaksa memutar otak memikirkan cara mendapatkan pemasukan selain bergantung pada Google. Apalagi, kontrak dengan Google akan segera berakhir pada 2011, dan besar kemungkinan Google tidak akan memperpanjangnya.
“Mereka dapat memutuskan kontrak atau mereka dapat memutuskan untuk tidak memperbaruinya,” kata Baker.
Posisinya kini semakin jelas, Firefox membutuhkan Google, lebih dari Google membutuhkan Firefox. “Dan itu akan semakin menjadi kenangan saja saat Chrome semakin banyak mendapatkan pengguna,” kata Ray Valdes, direktur penelitian pada Gartner (IT).
Ada beberapa alternatif pilihan selain Google. Mozilla kini juga menimbang-nimbang kemungkinan untuk menggandeng mesin pencari lain seperti Yahoo! dan MSN milik Microsoft. Keduanya adalah rival Google. “Ada kemungkinan mesin pencari lain yang dapat memberikan kami uang,” kata Baker.
Perempuan bernama lengkap Winifred Mitchell Baker ini juga mengaku saat ini sudah ada perusahaan yang menawarkan diri menjadi pengganti Google. Namun, dia memastikan itu bukanlah Microsoft.
Yang jelas perginya Google akan membawa risiko bagi Mozilla. John Battelee, seorang pengamat dunia internet mengatakan, bermitra dengan mesin pencari hanyalah salah satu cara bagi Mozilla untuk memperoleh pendapatan. Ada banyak cara mendapatkan uang, yang selama ini tidak pernah dipikirkan. “Tidak sulit untuk mendapatkan uang dari bisnis browser,” kata dia.Catat

Catatan: Tulisan ini dibuat pada 13 Maret 2009 lalu, diolah dari BusinessWeek.

—jri—

—————————————————————–

mozilla firefox linuxhotbox

(linuxhotbox.com)

DI KANTOR pusatnya di Mountain View, California, jajaran eksekutif Mozilla dapat melihat kantor pusat Google dari berbagai arah. Bangunan Googleplex, sebutan bagi markas perusahaan raksasa mesin pencari itu, memang mendominasi pemandangan di kawasan tersebut.

“Secara fisik kami dikelilingi oleh Google,” kata Mitchell Baker, kepala Mozilla Foundation yang melepas jabatan CEO Mozilla tahun lalu. read more…

Arab pun Berduka untuk Jacko

2009 Juni 29
by blogfajri
michael jackson bersama sheikh abdullah

(Al Arabiya)

MASYARAKAT dunia berduka atas kematian Michael Jackson. Tak ketinggalan masyarakat di dunia-dunia Arab, terutama setelah terungkap bahwa Raja Pop itu memeluk Islam dan memiliki kediaman di Teluk.
read more…

Keluar dari Jerat Utang

2009 Juni 16
tags: ,
by blogfajri
Perdebatan mengenai bertambahnya beban utang Indonesia semakin memanas beberapa waktu belakangan ini, termasuk pula isu mengenai program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang didanai dari utang, yang dilontarkan Ketua BPK Anwar Nasution.
Bagi calon presiden incumbent, isu tersebut tentu saja akan menurunkan tingkat elektabilitas, sehingga membuat pemilih yang rasional akan beralih kepada calon pasangan lainnya. Sebaliknya, bagi lawan politik calon incumbent, isu ini sangat seksi untuk dijadikan alat untuk menyerang.
Tak pelak isu tersebut memaksa Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelar jumpa pers pada Minggu sore kemarin untuk membeberkan klarifikasi. Selain membantah bahwa dana BLT dibiayai dari utang, Sri juga menegaskan bahwa rasio utang Indonesia terus menurun dibanding dengan negara lain, dari 89 persen terhadap PDB menjadi 32 persen.
Ketergantungan Indonesia terhadap utang memang berkurang, namun bertambahnya jumlah utang menunjukkan jika pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk menambah pembiayaan selain dari pinjaman. Kita juga melihat kecenderungan hobi pemerintah menerbitkan surat utang negara.
Tengok saja bertambahnya jumlah utang sebesar Rp392 triliun dari Rp1.275 triliun pada 2004 menjadi Rp1.667 triliun pada 2009. Jumlah utang itu meliputi Rp747 triliun pinjaman luar negeri dan Rp920 triliun dalam bentuk surat berharga.
Jika dirata-rata, sebagaimana disampaikan para kritikus, utang negeri ini bertambah Rp80 triliun setiap tahun, mengalahkan rata-rata penambahan utang selama 32 tahun rezim Orde Baru yang mencapai Rp600 triliun.
Yang juga sangat disayangkan, selama ini banyak sekali utang luar negeri yang tidak efektif dan tidak dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, sehingga menjadi beban pemerintah. Soal ini, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah berkomitmen untuk mencari tahu adanya kemungkinan kerugian negara.
Siapapun yang akan menjadi pemimpin negeri ini pada periode mendatang jelas akan terbebani dengan besarnya utang itu, termasuk jika calon incumbent terpilih kembali. Maka solusi yang diusulkan berbagai kalangan salah satunya adalah agar Indonesia tidak hanya meminta penjadwalan utang, namun juga perlu mendesak penghapusan.
Usulan tersebut memang telah ditolak mentah-mentah oleh Sri Mulyani yang khawatir negeri ini akan disejajarkan dengan negara-negara miskin, sehingga berakibat pada menurunnya kepercayaan lembaga internasional. Soal ini memang masih menjadi perdebatan, di tengah upaya kita untuk lepas dari jeratan lembaga-lembaga donor multinasional.
Sebagai masyarakat kita berharap bangsa ini keluar dari jeratan utang yang selama ini telah membunuh kreativitas pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pembiayaan pembangunan lainnya. Kita juga berharap pemerintah memiliki political will untuk mencari terobosan lainnya, seperti mengefektifkan belanja dan memaksimalkan pajak. Hal tersebut semestinya juga dilakukan oleh siapapun yang akan memimpin negeri ini periode mendatang.
Jangan sampai solusi gali lobang tutup lobang dengan berutang kembali dan menjual aset-aset bangsa yang dipilih sebagai jalan pintas untuk membayar utang. Lebih-lebih jika utang dipakai untuk mengongkosi pengucuran dana jaring pengaman sosial bagi masyarakat. Itu sama saja membungkam dan menyuapi masyarakat dengan utang.

Perdebatan mengenai bertambahnya beban utang Indonesia semakin memanas beberapa waktu belakangan ini, termasuk pula isu mengenai program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang didanai dari utang, yang dilontarkan Ketua BPK Anwar Nasution.

Bagi calon presiden incumbent, isu tersebut tentu saja akan menurunkan tingkat elektabilitas, sehingga membuat pemilih yang rasional akan beralih kepada calon pasangan lainnya. Sebaliknya, bagi lawan politik calon incumbent, isu ini sangat seksi untuk dijadikan alat untuk menyerang. read more…

Istri

2009 Juni 16
by blogfajri

“Hormati istrimu, karena mereka yang mengkhianati istrinya akan terbiasa mengkhianati banyak orang…” (Mario Teguh)

Potret Buruk Alutsista

2009 Mei 20
tags: ,
by blogfajri
Lagi-lagi kita ditunjukkan dengan bukti betapa buruknya alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dengan insiden jatuhnya pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur, pagi tadi.
Semenjak awal tahun hingga saat ini sudah terjadi tiga kasus jatuhnya pesawat milik militer. 6 April lalu, Fokker 27 TNI-AU buatan tahun 1975 jatuh di hanggar Lanud Hussein Sastranegara, Bandung dan menewaskan 23 orang. 11 Mei 2009, sebuah pesawat Hercules jatuh tergelincir saat akan mendarat di Bandara Wamena, Papua. Belum lagi catatan-catatan musibah yang terjadi di tahun-tahun belakangan ini.
Tak lama setelah kejadian, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa kecelakaan tersebut merupakan buntut dari minimnya porsi anggaran bagi alutsista. Saat ini saja porsi anggaran bagi militer hanya memenuhi 40-an persen dari kebutuhan minimalnya. Imbasnya tentu kelaikan menjadi dikorbankan. TNI mau tak mau pun dipaksa untuk terbiasa dengan keterbatasan. Jelas sangat menyedihkan.
Sayangnya kenyataan itu dibantah oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut kecelakaan di Magetan itu bukan akibat dari pemotongan anggaran. Menurut dia, pemerintah hanya memangkas anggaran untuk pengadaan, bukan untuk pemeliharaan.
Anggota Komisi Pertahanan Yuddhy Chrisnandi berpendapat, semestinya pemerintah memenuhi 75 persen dari kebutuhan minimal TNI. Angka yang masih berada di kisaran 40-an persen menunjukkan tidak adanya keberpihakan kebijakan anggaran pemerintah terhadap TNI.
Dengan anggaran yang serbaterbatas, saat ini TNI dipaksa untuk memelihara mesin-mesin perang yang sudah tua, yang semestinya sudah harus dimuseumkan. Tentu yang namanya mesin memiliki ambang batas kemampuan dalam beroperasi, dan jika dipaksa beroperasi akan fatal akibatnya, seperti yang telah banyak terjadi.
Kita memaklumi adanya keterbatasan anggaran dan prioritas anggaran pemerintah untuk sektor yang lebih bisa dirasakan masyarakat banyak. Namun bukan berarti pemerintah bersikap abai dengan kondisi serbaminim pada sektor pertahanan negeri ini.
Harus dicatat, dunia kemiliteran di dunia terus berkembang dan didukung oleh teknologi yang canggih. Kemampuan yang dimiliki militer kita semestinya tidak hanya sekadar ada, namun harus memiliki kapabilitas yang memadai untuk menjaga kedaulatan bangsa. Kita tentu tidak mau negeri ini diremehkan lantaran tidak memiliki kekuatan yang memadai untuk memproteksi diri, yang bahkan armada tempurnya kalah dibandingkan dengan negeri sekecil Singapura.

Lagi-lagi kita ditunjukkan dengan bukti betapa buruknya alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dengan insiden jatuhnya pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur, pagi tadi.

Semenjak awal tahun hingga saat ini sudah terjadi tiga kasus jatuhnya pesawat milik militer. 6 April lalu, Fokker 27 TNI-AU buatan tahun 1975 jatuh di hanggar Lanud Hussein Sastranegara, Bandung dan menewaskan 23 orang. 11 Mei 2009, sebuah pesawat Hercules jatuh tergelincir saat akan mendarat di Bandara Wamena, Papua. Belum lagi catatan-catatan musibah yang terjadi di tahun-tahun belakangan ini. read more…

Kasus Anak SBY – Polisi Ngebut Usut Ngebut pula Mencabut

2009 April 9
by blogfajri

Ketika Angin Timur dan Angin Barat Bertemu

2009 April 8
tags: ,
by blogfajri

angin-timur-angin-barat-koverJudul Asli:
East Wind: West Wind (Terbit tahun 1930)

Judul Terjemahan:

Angin Timur: Angin Barat

Penerbit:
PT Gramedia

Cetakan Pertama:
Februari 2009

Halaman:
240 halaman

ISBN-10:
979-22-4388-0

Kwei-lan adalah seorang perempuan yang hidup dalam tradisi masyarakat China yang kuat. Selama beratus-ratus tahun, leluhurnya yang hidup di kota kuno Kerajaan Tengah atau China, tidak ada yang berpikiran moderen atau berpikiran untuk mengubah dirinya.

Kwei-lan tumbuh dengan kepercayaan bahwa masyarakat barat melakukan sihir gelap dan tidak beradab. Cara pandanganya ini didasarkan pada tradisi leluhurnya yang tertanam kuat dalam kehidupannya sehari-hari. “Tidak satupun dari antara mereka yang berpikiran modern ataupun berkeinginan mengubah dirinya.” (halaman 9)

Perjalanan hidup Kwei-lan dituturkan Pearl S Buck dalam novel pertamanya, Angin Timur: Angin Barat. Buku ini memberikan pengenalan yang bagus tentang cara pandang dan kehidupan masyarakat China. read more…

G20, Adu Kepentingan & Nasib Dunia Ketiga

2009 April 1
by blogfajri

g20-protes-telegraph

Pertemuan para pemimpin negara-negara ekonomi maju yang tergabung dalam Kelompok 20 (Group of Twenty/G-20) baru akan digelar 2 April esok. Namun, sejumlah ketegangan sudah mewarnai saat-saat menjelang pertemuan penting itu, setidaknya semenjak sebulan terakhir. read more…

Buah dari Pelanggaran

2009 April 1
by blogfajri
Situ Gintung di Google Earth

Situ Gintung di Google Earth

Sulit rasanya menerima pernyataan bahwa insiden jebolnya tanggul Situ Gintung sebagai bencana alam. Musibah ini jelas terjadi karena salahnya manusia mengelola lingkungannya. read more…