PAN, Koalisi, dan Tantangan PT

Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar Rakernas pada 9-11 Desember 2011 di Jakarta. Menjelang dihelatnya momen penting ini, muncul seruan di internal partai untuk melakukan reposisi keanggotaan PAN di dalam koalisi pendukung pemerintah. Pangkalnya adalah kekecewaan terhadap dua anggota koalisi lainnya, Partai Demokrat dan Partai Golkar, mengenai revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kondisi ini merujuk pada daftar inventarisasi masalah (DIM) pemerintah yang mengusulkan besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar empat persen sesuai dengan keinginan Partai Demokrat. Kemudian, jumlah kursi per daerah pemilihan sebanyak tiga hingga enam, yang merupakan permintaan Partai Golkar. Sejauh ini memang dua partai tersebutlah yang mendominasi perdebatan di dalam setgab, sehingga menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan anggota setgab lainnya yang menginginkan adanya kesetaraan.

Adanya perbedaan tersebut tak pelak menimbulkan perselisihan, yang harus diakui mempengaruhi keharmonisan hubungan di antara partai-partai anggota koalisi. Padahal pembentukan setgab merupakan salah satu improvisasi agar pemerintahan berjalan efektif, setelah terjadinya perpecahan partai-partai pendukung pemerintah dalam menyikapi kasus Bank Century. Sayang dalam perjalannya pun keberadaan setgab tidak berfungsi maksimal karena tergerus oleh ego masing-masing partai.

PAN, melalui berbagai pernyataan elit politiknya, melihat setgab tengah dihadang persoalan serius karena hanya menjadi alat kepentingan Partai Demokrat dan Partai Golkar. Karenanya, persoalan tersebut menjadi relevan untuk menjadi pembahasan dalam rakernas. Continue reading

Perlukah Ikut TPP?

Kesepakatan-kesepakatan perdagangan bebas terus bermunculan dan berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Hari ini tercatat lebih dari 150 kesepakatan yang minimal melibatkan satu negara Asia, sementara 50-an kesepakatan lain masih dalam proses negosiasi. Di antara kesepakatan tersebut, Trans-Pacific Partnership (TPP) termasuk yang unik, salah satunya adalah karena memiliki sistem keanggotaan yang terbuka.

Maka tak heran dalam pertemuan dengan 21 negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Honolulu, Hawaii, beberapa waktu lalu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mempromosikan kawasan perdagangan bebas trans-Pasifik melalui TPP. Kemitraan ini diharapkan menjadi model bagi pakta perdagangan bebas lainnya.

TPP menjadi penting bagi AS karena tahun ini ekspor Negeri Paman Sam lebih banyak ditujukan ke negara-negara Lingkar Pasifik dibandingkan ke Eropa. Berdasarkan data yang dilansir Departemen Perdagangan AS, perusahaan-perusahaan AS lebih banyak menjual produknya ke Korea Selatan dibandingkan ke Prancis, dan lebih banyak ke Taiwan daripada Italia. Tahun lalu, ekspor ke kawasan tersebut menopang 850.000 tenaga kerja dalam negeri (Bloomberg.com, 11/11/2011).

Proses negosiasi hingga saat ini masih berlangsung menyangkut sejumlah hal klasik dalam perdagangan bebas: Paten, hak pekerja, perlindungan lingkungan, dan tarif yang melindungi industri domestik. Selain Amerika Serikat, sejauh ini sudah ada sembilan negara yang menyatakan diri bergabung, yaitu Australia, Brunei Darussalam, Chili, Malaysia, Selandia Baru, Peru, Singapura, Vietnam, dan Jepang.

Nantinya TPP akan menurunkan tarif dan hambatan perdagangan lainnya di antara negara-negara tersebut. Tak main-main, jika terealisasi, pakta itu akan menandai upaya paling ambisius di kawasan dan menciptakan pasar yang 40 persen lebih besar dari Uni Eropa. AS sendiri berharap janji terbukanya akses akan memikat Indonesia, Kanada, Meksiko, dan anggota APEC lainnya untuk bergabung, sehingga memperluas zona perdagangan di Lingkar Pasifik. Continue reading

Saladin

Nama Salahuddin Ayyubi identik dengan Perang Salib. Panglima perang dengan kepemimpinan yang bijak itu adalah pahlawan besar Islam, yang juga dihormati di dunia Barat.

Saladin, begitu dia dikenal di Barat, adalah pejuang Kurdi dari Tikrit (utara Irak saat ini) yang hidup pada 1138-1193. Dia menyatukan kembali Mesir, Suriah, dan Mesopotamia (Irak), serta terkenal dengan kesuksesannya mengusir Pasukan Salib Eropa keluar dari Yerusalem. Pasukan Salib adalah manifestasi pertama imperialisme Eropa.

Saladin dilahirkan dari keluarga Kurdi yang terkemuka. Pada malam kelahiran Saladin, ayahnya, Najm ad-Din Ayyub, mengumpulkan keluarganya dan pindah ke Aleppo. Di sana, ayahnya mengabdi kepada Imaduddin Zangi bin Aq Sonqur, gubernur Turki yang berkuasa di Suriah utara. Continue reading

Thariq bin Ziyad, Sang Penakluk Spanyol

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, ajaran Islam menyebar dengan cepatnya ke seluruh penjuru dunia. Di Eropa, ajaran Islam berangkat dari Afrika Utara dan masuk melalui Spanyol.

Kisah masuknya Islam ke Spanyol tak bisa dilepaskan dari sosok heroik Thariq bin Ziyad, yang ditugaskan Gubernur Afrika Utara Musa bin Nushair. Menurut catatan, Thariq dilahirkan pada 15 November 689, dan merupakan budak yang dimerdekakan oleh Musa bin Nushair.

Alkisah, penugasan untuk Thariq didasarkan atas kondisi Spanyol yang tengah dilanda konflik antara sesama penganut Kristen. Raja Roderick yang berkuasa saat itu memaksakan ajaran Trinitas yang dianutnya kepada umat Nasrani Aria. Sementara Nasrani Aria meyakini Nabi Isa adalah semata-mata utusan Allah.
Continue reading

Percakapan Khadijah dan Waraqah bin Naufal

MUHAMMAD sedang tidur. Khadijah menatapnya dengan hati penuh kasih dan harapan.

Setelah dilihatnya ia tidur nyenyak, nyenyak dan tenang sekali, ditinggalkannya orang itu perlahan-lahan. Ia keluar, dengan pikiran masih pada orang itu, orang yang pernah menggoncangkan hatinya. Pikirannya pada hari esok, pada hari yang akan memberikan harapan baik kepadanya. Harapannya, suami itu akan menjadi nabi atas umat yang kini tengah hanyut dalam kesesatan. Ia akan membimbing mereka dengan ajaran agama yang benar serta akan membawa mereka ke jalan yang lurus.
Continue reading

Kisah Salman al-Farisi Mencari Kebenaran

Salman al-Farisi pada awal hidupnya adalah seorang bangsawan dari Persia yang menganut agama Majusi. Namun dia tidak merasa nyaman dengan agamanya. Pergolakan batin itulah yang mendorongnya untuk mencari agama yang dapat menentramkan hatinya.

Kisah Salman diceritakan langsung kepada seorang sahabat dan keluarga dekat Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abbas: Continue reading

Kata Intelektual Barat Tentang Alquran

“Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS Al-Baqarah (2):2)

Alquran adalah sumber pengetahuan dan pelajaran bagi umat Islam. Kitab suci ini merupakan mukjizat yang diturunkan Allah SWT kepada Muhammad SAW untuk membimbing umat manusia.

Lantas, bagaimana pandangan para intelektual Barat mengenai kitab suci yang diturunkan di bulan Ramadan ini? Berikut beberapa penuturan mereka yang dikutip dari bukuSejarah Alquran karangan Prof Dr Abubakar Aceh dan sumber lainnya:

Maurice Bucaille (19 Juli 1920-1998), ahli bedah Prancis, penulisĀ Bible, Quran, and Modern Science: Continue reading

Puan Berkebun

This slideshow requires JavaScript.

By blogfajri Posted in Curhat